Belajar CSS

Apa yang seharusnya sudah diketahui
Sebelum mempelajari CSS, seharusnya kamu sudah memahami tentang :
• HTML / XHTML.
Apa itu CSS?
• CSS singkatan dari Cascading Style Sheets
• Styles berarti bagaimana menampilkan elemen HTML
• Styles ditambahkan ke HTML 4.0 untuk memecahkan masalah
• External Style Sheets dapat menghemat banyak pekerjaan
• External Style Sheets diletakkan di dalam file CSS


Contoh CSS
body
{
background-color:#d0e4fe;
}
h1
{
color:orange;
text-align:center;
}
p
{
font-family:"Times New Roman";
font-size:20px;
}


Styles Dapat Menyelesaikan Permasalahan Yang Besar


HTML tidak dibuat untuk mengatur format dari dokumen. Kalaupun ada itupun hanya yang penting-penting saja seprti mempertebal, align, mengganti warna dari teks, dan kita harus mengatur format teks tersebut secara manual (satu persatu).
HTML lebih mengarah untuk mendefinisikan content dari dokumen,seprti:
<h1>This is a heading</h1>
<p>This is a paragraph.</p>
Pada html, apabila kita ingin memberi warna merah pada setiap tag <a>. maka caranya yaitu dengan memberikan tag <font>,dan menspesifikasikan atribut warna nya apa, <font color="red">merah</font>, hal ini menjadi mimpi buruk bagi developer, karena mereka harus menambahkan tag font dan atribut colornya setiap ingin mengubah warna dari sebuah teks.
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, the World Wide Web Consortium (W3C) membuat CSS.
Pada HTML 4.0, semua format dokumen (CSS) bisa dihilangkan dari dokumen HTML, dan dipisahkan menjadi 1 dokumen CSS yang terpisah.
Pada saat ini semua browser sudah support CSS.

CSS Menghemat Banyak Pekerjaan!


CSS mendefinisikan BAGAIMANA elemen HTML akan ditampilkan.
Biasanya file css disimpan di luar dari dokumen HTML/ external .css files. External style sheets memungkinkan kita untuk mengganti tampilan layout dari semua halaman website. Dengan hanya mengedit 1 file CSS saja, menakjubkan bukan!

Syntax CSS


Aturan dari CSS sangat lah simpel, aturan ini memiliki 2 bagian utama : selector (yang digunakan untuk menyeleksi bagian mana yang mau di format), dan 1 atau lebih declarations (isi dari format css, bisa menggati warna, ukuran font dll):

Selector diatas akan menyekesi semua tag h1 dan menggati ukuran font menjadi 12px dan warnanya menjadi biru. Hanya dengan 1 baris kode tersebut secara ajaib semua teks yang berada pada tag <h1> akan berubah secara otomatis.
Setiap deklarasi akan berisi property and a value. property adalah atribut dari style yang ingin kamu ubah. Dan setiap atribut akan memiliki nilai, misalnya property font-size: memiliki nilai 12 pixel.
Contoh CSS
Deklarasi CSS selalu diakhiri dengan semicolon/titik koma (;), dan deklarasi dari grup property (apabila ada banyak property) berada didalahm tanda kurung siku {},:
p {color:red;text-align:center;}

Untuk membuat CSS lebih mudah dibaca,kita dapat memisahkan property pada setiap bari, seperti berikut:
Contoh
p
{
color:red;
text-align:center;
}


Komentar pada CSS


Komentar digunakan untuk menjelaskan kode yang dibuat, dan sangat berguna ketika kamu ingin mengedit source codenya. Komentar tidak akan dibaca oleh browser.
Komentar CSS diawali dengan "/*", dan diakhiri dengan "*/", seperti ini:
/*This is a comment*/
p
{
text-align:center;
/*This is another comment*/
color:black;
font-family:arial;
}

Id (#) and class (.) Selectors


Untuk mengatur style pada elemen HTML, CSS mengijinkan kita untuk membuat sendiri selektor yang sering disebut "id" and "class".

id Selector

Id selector digunnakan untuk mengatur style untuk 1 element tunggal yang unik.
Selektor id menggunakan atribut "id" pada HTML, dan didefinisikan dengan tanda "#" pada CSS.
Contoh
HTML : <div id="header">
Pada file CSS nya #header { properti yang ingin diberikan}
Jangan memmulai nama ID dengan angka/nomor! Karena tidak akan berkerja pada Mozilla/Firefox.

class Selector

Class selektor digunakan untuk menspesifikasikan style dari kumpulan element-element HTML (group elements). Tidak seperti selektor id, selektor class lebih sering digunakan pada beberapa elemen.
Selektor class menggunakan atribut "class" pada HTML, dan didefinisikan dengan tanda "." pada CSS.
Pada contoh berikut, semua elemen HTML dengan class="center" akan menjadi rata tengah:
Example
.center {text-align:center;}

Kamu juga dapat menspesifikasikan elemen mana yang ingin dirubah. Misalnya kita hanya ingin melakukan perubahan pada teks yang berada pada tag <p> dengan class center.
Pada contoh berikut, semua elemen p dengan class="center"akan menjadi rata tengah:
Example
p.center {text-align:center;}

Jangan memulai nama class dengan angka/nomor! Karena ini hanya suport pada internet explorer.
Ketika browser membaca style sheet, maka browser akan memformat document berdasarkan style sheet tersebut.

Tiga cara memasukkan CSS


Ada 3 cara untuk memasukkan style sheet kedalam dokumen HTML:
• External style sheet
• Internal style sheet
• Inline style

External Style Sheet


External style sheet idealnya digunakan untuk mengatur format bebarapa dokumen HTML .dengan external style sheet, kita dapat mengubah format seluruh halaman web dengan mengedit 1 file css saja.setiap halaman harus memberi link ke file css dengan menggunakan tag <link>. Didalam tag <link>masukkan koding berikut:
admin siswa blom bisa edit<head>
<link rel="stylesheet" type="text/css" href="mystyle.css" />
</head>

External style sheet dapat ditulis dengan menggunakan teks editor apa saja.didalam file css tidak tedapat tag HTML. Style sheet seharusnya disimpan dengan ekstensi .css.contoh dari file style sheet seperti berikut:
hr {color:sienna;}
p {margin-left:20px;}
body {background-image:url("images/back40.gif");}

Jangan gunakan spasi antara property value dan unitsnya! contoh "margin-left:20 px" antar 20 dan px ada spasi (seharusnya "margin-left:20px") ini bekerja di IE, tetapi tidak di Firefox atau Opera.

Internal Style Sheet


Internal style sheet digunakan ketika sebuah dokumen memiliki style yang unik. Kamu mendefinisikan style sheet dibagian <head> pada halaman HTML, dengan menggunakan tag <style>,seprti ini:
<head>
<style type="text/css">
hr {color:sienna;}
p {margin-left:20px;}
body {background-image:url("images/back40.gif");}
</style>
</head>

Inline Styles


Untuk menggunakan inline styes sheet, kita menggunakan attibut style pada elemen tag HTM L yang ingin diubah style nya. Atribut style dapat berisi : CSS property. contoh berikut menunjukkan bagaimana cara meriubah warna left margin dari paragraf:
<p style="color:sienna;margin-left:20px">This is a paragraph.</p>


Margin dan Padding pada CSS


Margin dan padding merupakan hal yang mirip tetapi berbeda. Fugsi nya sama-sama untuk memberi jarak darisatu elemen ke elemen lainnya untuk merapikan dokumen. Agar lebih jelas lihat gambar.

Jelaslah bahwa padding memberikan jarak antara border dan content ( isi dari elemen tersebut). Sedangkan margin memberikan jarak antara border elemen dengan bagian luar dari elemen
Kita juga dapat melakukan seperti ini
- padding:25px 50px 75px 100px; artinya :
• top padding 25px
• right padding 50px
• bottom padding 75px
• left padding 100px
- padding :25px; berarti semua padding baik top bottom left right bernilai 25px;

source : http://w3schools.com

Read more.....

Bubble Sort pada pascal.

pada artikel kali ini akan membahas tentang bubble sort yaitu pengurutan dengan metode bubble sort. pertama kita mesti tau dulu bubble sort terbagi 2. ada buble sort menaik dan bubble sort menurun.

contoh yang menaik : data = 1 4 3 2
hasil = 1 2 3 4

sedangkan contoh yang menurun : data 1 4 3 2
hasil = 4 3 2 1

simple saja bukan :) lets check it out ..

program arh_bsort_menaik;

uses wincrt;

var i,n,j : integer;
a: array [1..100] of integer;

procedure buble;
var z: integer;
begin
for i:= 1 to n-1 do
begin
for j:= n downto i+1 do
begin
if a[j] < a[j-1] then
begin
z:= a[j];
a[j]:= a[j-1];
a[j-1]:=z;
end;
end;
end;

end;
begin
write('masukkan banyak larik (maks 100) : '); readln(n);
for i:= 1 to n do
begin write('A[',i,'] : '); readln(a[i]);
end;

buble;
write('data setelah diurutkan : ');

for j:=1 to n do
write (a[j],' ');
end.


Yang harus diperhatikan adalah koding
if a[j] < a[j-1] then
begin
z:= a[j];
a[j]:= a[j-1];
a[j-1]:=z;

end;
fungsi koding diatas adalah untuk menukarkan posisi dari angka yang ada pada larik. Jika nilai sekarang lebih kecil dari nilai sebelumnya maka tukar posisi array. Maksudnya serpti ini, misalnya kita punya data 1 4 3 ketika yang dicek array indeks ke 2 a[2]=4, akan dibandingkan nilainya dengan array indeks sebelumnya a[2-1]=1, apakah 4 < 1 ? kalau iya ditukar posisinya. Kalau tidak ya gak ditukar.
Selanjutnya pada array indeks ke 3 a[3]=3 dan a[3-1]=4. Apakah 3<4? Iya, barulah dijalankan proses pertukaran tempat/posisi array.

Konsepnya sama seprti algoritma tukar bejana. Dimana kita memiliki sebuah variabel temp yang bernama z.pertama nilai dari larik sekarang (yang ingin dipindahkan) a[i] akan diletakkan pada temp (z). kemudian nilai larik sekarang (a[i]) di isi dengan nilai sebelumnya a[i-1]. Lalu nilai dari a[i-1] di isi nilai z.
Contohnya : nilai a[i]= 4 a[i-1]=3. Maka tahapan pertukarannya adalah
z := 4; a[i]= 3; a[i-1]=4; selesai deh pertukaran dicek dan dilakukan terus sampai angka terurut semua.



Koding untuk bubble sort menurun
program arh_bsort_menurun;

uses wincrt;

var i,n,j : integer;
a: array [1..100] of integer;

procedure buble;
var z: integer;
begin
for i:= 1 to n-1 do
begin
for j:= n downto i+1 do
begin
if a[j] > a[j-1] then
begin
z:= a[j];
a[j]:= a[j-1];
a[j-1]:=z;
end;
end;
end;

end;
begin
write('masukkan banyak larik (maks 100) : '); readln(n);
for i:= 1 to n do
begin write('A[',i,'] : '); readln(a[i]);
end;

buble;
write('data setelah diurutkan : ');

for j:=1 to n do
write (a[j],' ');
end.

Kodingnya sama saja perbedaannya hanya pada tulisan yang berwarna merah.

btw yang belom punya tpw download dulu di sini klik

Read more.....

Program Sisip larik dan pengurutan pada pascal.

buat kamu yang mendapatkan tugas membuat program sisip larik dari dosen, coba deh cek program 1 ini semoga bermanfaat.

program arh_si2plarik;

uses wincrt;

var N, x,r,i,idx : integer;

ketemu :boolean;

a: array [1..100] of integer;

begin
write('masukkan banyak data '); readln(n);

for r:= 1 to n do
begin write('A[',r,'] : '); readln(a[r]);
end;

idx:=1;
ketemu:=false;
write ('nilai yang akan disisipkan : '); readln(x);

while (idx<=n) and (not ketemu) do
if (x<a[idx]) then ketemu:=true
else
idx:=idx+1;

if (ketemu) then
for i:=n downto idx do
a[i+1] := a[i];
a[idx]:= x;
if (not ketemu) then
a[n+1]:=x;


writeln;
writeln('hasil setelah pengurutan ');
writeln;


for r:= 1 to n+1 do
write (' ',a[r]);
end.
 

penjelasan
guna while (idx<=n) and (not ketemu) do
if (x<a[idx]) then ketemu:=true
else
idx:=idx+1;

Mencek apakah nilai yang disisipkan berada ditengah-tengah aray atau berada di akhir aray. Misalnya data array 1 2 4 5 yang disisipkan 3, berarti 3 berada ditengah-tengah aray (1 2 3 4 5) disiipkan ditengah.
guna while (idx<=n) melakukan perulangan sebanyak n kali dan indeks dari angka yang disisipkan belum ketemu.
if (x<a[idx]) then ketemu:=true jika nilai yang disisipkan (x) lebih kecil dari data yang sudah ada, berati angka tersebut akan disisipkan ditengah atau akan disisipkan diawal array.
else
idx:=idx+1;
jika tidak, menambahkan indeks baru, berati angka akan disisipkan di bagian ujung kanan.

Sintaks berikut.

if (ketemu) then
for i:=n downto idx do
a[i+1] := a[i];
a[idx]:= x;

Gunanya untuk meletakkan angka yang akan disisipkan (menyisipkan angka kedalam array). Pertama program mencek apakah angka berada ditengah array atau tidak (kalau ketemu berarti ditengah array). Maka data pun akan dirubah dengan sintaks for i:=n downto idx do a[i+1] := a[i]; memasukkan nilai pada array a[n] sampai array a[idx]

a[idx]:= x; memasukkan nilai yang disisipkan kedalam array dengan indeks a[idx]

if (not ketemu) then
a[n+1]:=x; (memasukkan nilai x kedalam indeks paling ujung sebelah kanan.)


Read more.....

Pencarian karakter pada pascal


tekadang kita membutuhkan suatu mesin pencari karakter yang dapat mencari karakter yang kita inginkan. atau ingin menghitung berapa banyak karakter a atau karakter b dalam sebuah teks. ini adalah contoh program untuk mencari karakter 'NG' pada sebuah string berbentuk array

program karakterNG;
uses wincrt;

const
L: array [1..11] of char = ('N','A','N','G','K','A',' ','A','N','G','#');
var
a,n : integer;

begin

write (L);
n:=0;
a:=1;
while (L[a] <> '#') do
begin
if (L[a] = 'N') and (L[a+1]='G') then
begin n:=n+1;
end;

L[a]:=L[a+1];
a:= a+1;
end;

writeln;
write('jumlah karakter NG : ',n,' buah');
end.


OUTPUT : jumlah karakter NG : 2 buah

penjelasan : pertama kita membuat sebuah konstanta L/larik dimana isinya adalah kumpulan dari karakter. dari karakter tersebut akan dicari apakah ada huruf NG, jika ada maka pada output akan ditampilkan berapa banyak huruf N yang berdampingan dengan G.
kemudian kita tulis kata yang ada di dalam larik/array L write(L);
setelah itu beri nilai n dan a untuk indeks pada larik.

kemudian cek apakah karakter merupakan # ? kalau iya berarti pencarian dihentikan.
kalau tidak, dicek lagi apakah isi karakter merupakan huruf 'N' dan karakter selanjutnya adalah 'G' jika iya maka nilai n (variabel yang menampung jumlah karakter NG) ditambah 1.

guna
L[a]:=L[a+1];
a:= a+1;
adalah untuk melakukan pencarian berikutnya. larik yang selanjutnya.

menghitung banyak kata


untuk menghitung banyak kata hanya perlu mengganti kondisi
if (L[a] = 'N') and (L[a+1]='G') then
begin n:=n+1;
end;


menjadi if (L[a] <> ' ') and (L[a+1]=' ') then

dan ganti n:=0 menjadi n:=1


menjadi
program karakterNG;
uses wincrt;

const
L: array [1..11] of char = ('N','A','N','G','K','A',' ','A','N','G','#');
var
a,n : integer;

begin

write (L);
n:=1;
a:=1;
while (L[a] <> '#') do
begin
if (L[a] <> ' ') and (L[a+1]=' ') then
begin n:=n+1;
end;

L[a]:=L[a+1];
a:= a+1;
end;

writeln;
write('jumlah kata pada teks adalah : ',n,' buah');
end.

Read more.....

universitas terbaik di Riau

Adalah sebuah universitas terbaik di Riau, UIN Suska Riau (Universitas Islam Negeri ) sebagai tempat perkuliahan modern dengan fasilitas yang setara dengan Universitas unggulan lainnya. Kami sangat bangga sebagai mahasiswa bisa belajar di universitas ini, karena bisa menimba ilmu juga menghasilkan lulusan yang dibekali dengan pengetahuan yang berguna dalan perkembangan zaman sekarang, sesuai dengan tuntutan dunia kerja.
maka penulis disini cuma sekedar menerangkan bahwa dunia kerja itu membutuhkan orang2 yg berpendidikan, berakhlak baik, berkharisma, berwibawa, rajin, sopan, rapi dll..
Ha, di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau lah yang mengajarkan semua hal tersebut.

pertama, mengajarkan tentang akhlak.
mahasiswa UIN SUSKA RIAU diajarkan agama di tiap tingkat, mulai dari aqidah, akhlak, tasawuf, dll
jadi, mahasiswa di UIN SUSKA itu dibimbing dan diberi tunjuk ajar oleh dosen2 berkualitas.

kedua, kita diajari utk berorganisasi.
Di UIN SUSKA, banyak UKK dan UKM yang mendukung semua kreatifitas dan bakat dari mahasiswa itu, dan di tiap jurusan, kita memiliki HIMA (Himpunan Mahasiswa) dan juga ditiap fakultas kita memiliki SEMA (senat mahasiswa)..
bukan mimpi lagi kita untuk bisa belajar organisasi langsung kan??

ketiga, kita juga di ajari untuk berpakaian sopan, rapi,..
gk jamannya lagi pakaian "jeans" koboy tu gan, itu dah lama lewat..
lagipula, dunia kerja gk membutuhkan orang yang "gandrungan gk jelas" gtu gan..
kapan lagi coba kita belajar dewasa, berpenampilan rapi, dan berkelakuan baik
KITA DAH DEWASA GAN!!

so, otomatis dari semua yang kta pelajari, maka tampaklah kita sebagai mahasiswa yang berwibawa "cie-cie"
jadi, gk ada alasan lagi buat maen2, mari kita kuliah, tuntut ilmu bersama UIN SUSKA RIAU.

Semoga Universitas UIN Suska Riau bisa menjadi universitas terbaik di indonesia dan bisa bersaing menjadi univeritas terbaik dunia
Read more.....

Diktat XML

yang mau belajar2 xml ini ada diktat dari pak MUHAMMAD FIKRY, ST, M.Sc Download aja.
Read more.....

Procedure dan Fungsi pada pascal


Baik kali ini kita masuk kebagian procedure dan fungsi di pascal.
tapi sebelum membahas lebih jauh kita kenali dulu kira-kira apa sih perbedaan procedure dan fungsi di pascal.
perbedaannya yaitu.
1. Prosedur diawali dengan dengan kata procedure untuk mendeklarasikannya
contoh : procedure hitung_angka;
kalau fungsi di awali dengan kata function
function hitung_bilangan: integer;
2. Procedure tidak mengembalikan nilai ke program utama, sedangkan fungsi akan mengembalikan nilai ke program utama, itu sebabnya fungsi harus ada tipe datanya (integer, char atau string).

3. Procedure outputnya diletakkan di dalam procedure, kalau fungsi outputnya di letakkan di program utama.
4. Prosedur di panggil diprogram utama dengan menuliskan nama procedure tersebut di program utama. contoh :hitung_bilangan;
Fungsi di panggil dengan memasukkan ke suatu variabel. atau bisa juga dengan langsung menuliskannya di program utama.
contoh. hasil:= hitung_bilangan(a,b);
atau write('hasilnya adalah ', hitng_bilangan(a,b));

baik langsung saja ke contoh..
program aritha_pascal;
uses wincrt;

procedure nama;
var nm: string;

begin
write('masukkan nama anda ');
readln(nm);
write('haloo ', nm);
end;

begin
writeln('-======Program Procedure Input Nama======-');
nama;
end.



Procedure dengan parameter Input dan parameter Output


kalau kita lihat contoh program sebelumnya perintah input read(nama); dan output write(nama); berada di procedure yang sama. nah bagai mana caranya apabila kita membaca input di procedure a. kemudian menampilkannya di procedure b.
untuk melakukan itu kita membutuhkan yang namanya parameter. parameter ada 2 parameter input yang berfungsi sebagai inputan untuk procedure tesebut. dan yang kedua adalah parameter output. yang berufngsi untuk memberikan output pada variabel yang di parameterkan.

program aritha_pascal;

uses wincrt;

procedure inputnama (var nm:string);
begin
write('masukkan nama anda ');
readln(nm);
end;

procedure tampilnama (nm:string);
begin
write('haloo ',nm);
end;


var nama:string;
begin
writeln('-======Program Procedure Input Nama======-');
inputnama(nama);
tampilnama(nama);

end.


pada prosedur inputnama tulisan yang berwana merah (var nm:string) adalah parameter output (parameter by reference). dimana nama yang di inputkan di dalam procedur akan menjadi output pada program utama sehingga di program utama nama yang telah di inpukan tadi bisa digunakan. ciri2 parameter output adalah dengan adanya var pada (var nm:string)

sedangkan untuk parameter input tidak menggunakan var. lihat coding di procedure tampilnama yang berwana biru (nm:string) nah in adalah contoh parameter input (parameter by value)

contoh lain
program aritha_pascal;
uses wincrt;

procedure inputan(alas: integer; tinggi:integer; var luas:real);
begin
write('masukkan nilai alas : '); readln(alas);
write('masukkan nilai tinggi : '); readln(tinggi);
luas:= alas*tinggi/2;
end;

var a,t:integer;
luas : real;
begin
writeln('-======Program Procedure Luas segitiga======-');
writeln;
inputan(a,t,luas);
write('luas segitiga adalah : ', luas:0:2);
end.


Fungsi


program aritha_pascal;
uses wincrt;

function luassegitiga(alas: integer; tinggi:integer) : real;
var luas:real;
begin
luas:= alas*tinggi/2;
luassegitiga:= luas;
end;


var a,t:integer;
luas : real;

begin
writeln('-======Program Fungsi Luas segitiga======-');
writeln;
write('masukkan nilai alas : '); readln(a);
write('masukkan nilai tinggi : '); readln(t);

write('luas segitiga adalah : ', luassegitiga(a,t):0:2);

end.


tulisan yang berwarna merah adalah pemanggilan fungsi yang memberikan nilai luas dari segitiga.

kayaknya segitu aja deh ya contoh buat fungsi dan procedure. semoga bermanfaat :)
Read more.....

Perulangan pada pascal.

Perulangan adalah sebuah perintah yang menjalankan suatu perintah tertentu berulang-ulang sampai suatu kondisi terpenuhi.. msialnya kita ingin mengulangi perintah write('aku mahaiswa'); sebanyak 5 kali. maka kita bisa menggunakan perlangan for i := 1 to 5 do write('aku mahasiswa');

Perulangan ada 3 jenis.
1. Perulangan for do
2. perulangan repeat until
3. perulangan while do


Perulangan for do


contoh perulanga menggunakan for do
program pascal_aritha;
uses wincrt;
var i : integer;

begin
writeln('=============Program Perulangan=============');
writeln(' ======By ArH=====');
for i := 1 to 5 do writeln('aku mahasiswa');
end.

Hasil :
aku mahasiswa
aku mahasiswa
aku mahasiswa
aku mahasiswa
aku mahasiswa

contoh lain
program pascal_aritha;

uses wincrt;

var i : integer;

begin

writeln('=============Program Perulangan=============');
writeln(' ======By ArH=====');

for i := 1 to 20 do
begin
if (i mod 5<>0) then {jika i mod 5 tidak sama dengan 0 do}
write(' ',i)
else
writeln(' ',i);

end;
end.

Hasil :
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10
11 12 13 14 15
16 17 18 19 20

For bersarang
for bersarang adalah perintah for yang di dalamnya terdapat perintah for lagi.
contohnya.
program pascal_aritha;
uses wincrt;
var i,j : integer;

begin
writeln('=============Program Perulangan=============');
writeln(' ======By ArH=====');

for i := 1 to 5 do
begin
for j:= 1 to i do write (i,j,', ');
writeln;
end;
end.

Perhatikan Pada koding diatas terdapat perintah for didalam perintah for

Perulangan for downto
terkadang kita membutuhkan perulangan dimana nilainya menurun. misalnya 5,4,3,2,1 nah untuk kasus ini kita dapat menggunakan perintah for downto

contoh

for i:= 10 downto 1 do write ('no', i);

contoh program yang menghasilkan output seperti ini:


program aritha_pascal;

uses wincrt;
var
a,b,c:integer;

begin
writeln('-======Program Bintang======-');
for c := 1 to 5 do
begin
for a:= 5 downto c do write(' ');
for b:= 1 to c do write('**');
writeln;
end;
end.


Perulangan while


untuk menggunakan perulangan while pertama kita harus mendeklarasikan sebuah variabel untuk menjadi indeks perulangan pada while.
misalnya i:integer;

kemudian kita inisialisasikan nilai awal dari i tersebut. i:=1, berarti perulangan dimulai dari indeks 1

jadi secara umum while seperti ini.

while kondisi do
begin
perintah1;
perintah2;
perintah3;
dst..;
end;

contoh :
i:= 1;
while i<=5 do
begin
writeln('perulangan ke ', i);
i:= i+1
pada tulisan berwarna merah adalah penambahan indeks, agar perulangan tidak diulang terus menerus. jadi pada perulangan ke 2. indeks akan menjadi i:= 1+1, indeks nya 2. pada perulangan ketiga i:= 2+1, jadi indeks nya 3. sampai indeksnya 5 (sudah mencapai batas akhir kondisi i<=5) maka ketika indeksnya 6, perintah tidak diulang lagi.

perhatikan contoh berikut yang akan membuat output seperti ini :
*
**
***
****
dengan menggunakan perulangan while.

program pascal_aritha;

uses wincrt;

var i,j : integer;

begin
i:=1;
j:=1;
while i<=5 do
begin
j:=1;
while j<=i do
begin
write('*');
j:= j+1;
end;
i:= i+1;
writeln;


end;

end.


Perulangan repeat until


hampir mirip dengan while do. dimana repeat until juga memerlukan perintah i:= i+1; atau i:=i-1; untuk menentukan indeksnya menaik atau menurun, agar perulangan tidak diulang secara terus menerus.
bentuk umum perintah repeat until adalah..

repeat
perintah1;
perintah2;
dst..
until kondisi;



berikut contoh program menggunakan repeat until yang akan menghasilkan output seperti ini..
5 10 15 20
25 30 35 40
45 50 55 60
program pascal_aritha;

uses wincrt;

var i : integer;

begin
i:=5;
repeat
write(i,' ');
if i mod 20 = 0 then writeln;
i:=i+5;
until i>=61;
end.


intinya setiap perulangan mau pakai for do, while do atau repeat until terserah anda. gunakan lah cara yang ter mudah dan tercepat menurut anda. :)

Read more.....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...